:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
do follow

Website Masjid Al Hikmah Toyan

| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Rabu, 27 Februari 2013

Kiat Ikhlas Beramal

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Ada beberapa faktor yang dapat membangkitkan keikhlasan pada diri seseorang. Baik pembangkit jiwa, pemikiran, dan aspek-aspek yang bersifat praktis. Berikut akan diulas kiat ikhlas beramal.

Pertama, pengetahuan yang mendalam tentang hakikat keikhlasan. Hendaknya kita memahami dan merasakan pengaruh ikhlas bagi diri kita, baik di dunia maupun di akhirat. Kita juga harus memahami bahaya dari kebalikannya, yakni, riya’ dengan mencari perhatian makhluk. Hal itu dapat mendorong kita untuk beramal dengan ikhlas. Allah SWT berfirman, ”Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yanga da di bumi maupun yang ada di langit”. QS. Ibrahim [14]:38.

Kedua, berteman dengan orang-orang ikhlas. Kualitas agama seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Karena pada dasarnya manusia adalah anak sebuah lingkungan (anasu ibdul biah). Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang mukmin itu cerminan bagi mukmin yang lain. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mencari tetangga terlebih dahulu sebelum membangun rumah. Perlunya bergaul dengan orang-orang ikhlas adalah agar kita dapat meneladaninya, belajar dari pola kehidupan mereka, dan berakhlak dengan akhlak mereka.

Ketiga, membaca biografi orang-orang ikhlas. Mempelajari kisah-kisah pendahulu akan mengacu kita berbuat ikhlas. Kita akan tahu bahwa keikhlasantersebut dapat membuat nama mereka harum, dijadikan buah bibir generasi belakangnya. Banyak sekali orang-orang shalih dari masa lalu maupun masa sekarang yang layak dijadikan teladan.

Keempat, menempa diri dengan mujahadan dan riyadhatun nafs. Keikhlasan tidak datang secara instan, tetapi memerlukan perjuangan panjang dan berliku. Caranya, dengan menggunakan media yang dapat dijadikan wasilah untuk selalu kontak kepada Allah SWT secara berkesinambungan. Wasilah itu adalah ibadah harian (yaumiyyah), pekanan (usbu’iyah), bulanan (syahriyah), tahunan (‘amiyah) sekali seumur hidup (marrotan dil ‘umri).

Kelima, berdoa dan meminta tolong kepada Allah SWT. Dalam menempuh perjalanan menuju Allah SWT, kita mustahil sanpai tanpa memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Kondisi hati yang labil memerlukan penguatan. Yakni kekuatan yang bersumber dari Zat yang dapat Membolak –balikkan hati. Allah SWT berfirman “Hanya Engkaulah yang kami sembah (taat dan patuh) dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. QS. Fatihah [1]:5.

Manusia dapat digelincirkan oleh setan dari berbagai arah. Kecuali arah atas dan arah bawah. Arah atas simbol kesucian Allah SWT dan arah bawah lambang ketundukan hamba kepada Allah SWT. *[adm]

Selengkapnya → Kiat Ikhlas Beramal

Selasa, 26 Februari 2013

Adab Saat Turun Hujan

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Musim hujan telah tiba. Menyikapi hal itu Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memperhatikan adab-adab di musim hujan ini. Diantara adab tersebut akan diuraikan di bawah ini.

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT. Tidak ada setetes air hujan yang membasahi bumi ini kecuali atas kehendak Allah SWT. Ia merupakan rahmat Allah SWT, kepada bumi dan seisinya. Melalui hujan Allah SWT menumbuhkan berbagai tanaman untuk memberi rezeki kepada umat manusia. Dalam Al Quran Allah SWT berfirman : ”Dan Kamu turunkan dari langit air yang penuh berkah lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon korma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami) dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan. QS. Qaaf [50] : 9-11.

Kedua, berdoa kepada Allah SWT agar hujan tersebut membawa manfaat. Adalah Rasulullah SAW yangketika melihat hujan langsung berdoa : Allahumma Shoyyibannafi’an. yang artinya : Ya Allah, jadikan hujan ini sebagai hujan yang membawa manfaat dan keberkahan (Riwayat Bukhari).

Ketiga, menguyur sebagian badan dengan air hujan, ketika hujan datang Rasulullah SAW membasahi badannya dengan air hujan, Dari Anas RA, dia berkata, ”Hujan mengguyur kami, beserta Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW menyingkap sebagian bajunya sehingga hujan membasahi sebagian tubuhnya. Kami bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah SAW, mengapa engkau melakukan hal itu?”. Beliau menjawab, ”Aku melakukannya karena hujan tersebut adalah rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah SWT” (Riwayat Muslim).

Keempat, banyak berdoa. Hujan merupakan salah satu tanda dikabulkannya doa seorang hamba. Dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Carilah doa yang mustajab pada 3 (tiga) keadaan, (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, (3) Saat turun hujan. (Riwayat Iman Syafi’i dan Al Baihaqi.

Kelima, bedoa agar cuaca cerah kembali. Apabila hujan turun dengan derasnya dan dikhawatirkan membawa mudharat, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar cuaca dicerahkan kembali. Sebagiamana Riwayat Anas, Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, turunkanlah hujan di daerah sekitar kami, bukan di daerah kami. Turunkanlah hujan di perbukitan, pegunungan di lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”.

Keenam. Berdoa ketika mendengar petir yang mengkhawatirkan. Dari abdillah Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW apabila mendengar suara petir, maka beliau berujar : “ Ya Allah, janganlah Engkau hancurkan kami dengan kemarahan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, selamatkanlah diri kami sebelum hal tersebut terjadi” (Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad, Tarmidzi dan Hakim).

Demikian beberapa hal dalam menyikapi hujan. Semoga bermanfaat. *[adm]

Selengkapnya → Adab Saat Turun Hujan

Senin, 25 Februari 2013

Perpustakaan Abata Tambah Koleksi 150 Buku

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Alhamdulillah, syukur tak terhingga, berkat upaya, kerja keras dan kemurahan hati para penderma, sampai dengan Sabtu, 23 Februari 2013, Perpustakaan Abata Book Corner sudah mengoleksi 1400 buku.

Koleksi buku yang menempati 2 (dua) rak di Lantai II Komplek Masjid Al Hikmah Toyan ini diantaranya berasal dari Perpustakaan Nasional sejumlah 1000 buku yang telah diserahkan beberapa waktu yang lalu pada 28 Nopember 2011, koleksi lama buku-buku lama milik Taman Pendidikan Al Quran dan beberapa ratus buku dari bantuan para penderma.

Beberapa bulan terakhir, buku-buku koleksi Abata Book Corner bertambah dengan adanya bantuan dari para penderma. Setelah pada Senin, 28 Nopember 2011, Perpustakaan Nasional melalui Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Kulon Progo memberikan bantuan yang terdiri atas 500 Judul Buku, masing-masing judul 2 buah sehingga total bantuan sejumlah 1000 buku.

Sementara itu buku-buku yang beberapa bulan ini hadir, semuanya sudah melalui proses kodifikasi dan penyampulan oleh santri dan ustadz Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Al Hikmah Toyan dan siap untuk dipinjam. ”Semua buku sudah dikoding dan disampul, sehingga sudah siap untuk dipinjam”, kata Sri Agung, Pembina Perpustakaan Abata Book Corner.

Lebih lanjut, Sri Agung berharap bahwa buku-buku yang ada dapat bermanfaat dalam rangka menambah khasanah keilmuan dan lebih memperdalam nilai substantif keislaman. Kepada penderma, atas nama Perpustakaan Sri Agung mengucapkan terima kasih yang mendalam. ”Diucapkan terima kasih kepada para penderma, semoga budi baiknya dibalas oleh Sang Khalik, aamiin”, katanya.

Dengan adanya tambahan buku yang ada, Sri Agung juga berharap bahwa minat baca Remaja Islam Masjid dan Santri Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Al Hikmah pada Khususnya, dan warga masyarakat pada umumnya semakin bertambah.

Dari pantauan admin web, setiap Hari Selasa, Kamis dan Sabtu, beberapa hari belakangan ini perpustakaan tampak dipenuhi pengunjung yang hanya sekedar melihat-lihat, menbaca dan bahkan meminjam buku.

Dengan adanya tambahan koleksi 150 buku ini, semoga Perpustakaan Abata Book Corner yang mengusung jargon ’Change Your Mindset” ini semakin bermanfaat. Aamiin. *[adm]

Referensi : Abata Laksanakan Labelling | Butuh Wakaf Buku | Hibah 1000 Buku

Selengkapnya → Perpustakaan Abata Tambah Koleksi 150 Buku

Sabtu, 23 Februari 2013

Budidaya Lele Sangkuriang – Mengenali Penyakit

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang ikan lele bisa disebabkan oleh bakteri, parasit atau bahkan cacing. Berikut beberapa penyakit yang sering dijumpai.

Cendawan, bintik putih, borok, cacingan serta trichodina adalah beberapa penyakit yang akan ditemui pada budidaya ini. Untuk terhindar dari kerugian besar, para petani ikan lele harus dapat mengendalikan penyakit–penyakit tersebut diatas dengan terlebih dahulu mengetahui penyebab dari penyakit tersebut serta gejala yang muncul sebelum pada akhirnya nanti mengetahui bagaimana caranya untuk menanggulanginya.

CendawanJenis yang dapat menyerang adalah saprolegnia dan achyla, dimana mereka sering dijumpai di perairan yang kaya akan bahan organik. Penyakit ini menyerang ikan lele yang sudah teruka atau yang sedang berada dalam kondisi lemah.

Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah bahwa pada sekitar lukanya banyak dijumpai serabut berwarna putih. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah : kepadatan tebar dikurangi dan air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 5 gram / m2.

Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah : Merendam ikan lele yang sakit ke dalam air PK berdosis 1 gram / 100 liter air. Proses perendaman dilakukan selama 30 menit. Jamur dapat dihilangkan dengan menggunakan obat Furazolin.

Bintik PutihPenyebab dari munculnya penyakit ini adalah ichthyophthirius multifiliis dimana mereka akan menyerang ikan lele yang dipelihara didalam kolam yang airnya menggenang.

Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah bahwa pada permukaan kulit dan juga insang ikan lele banyak dijumpai bintik – bintik berwarna putih yang apabila dibiarkan terlalu lama, kulit dan insang ini akan rusak sebelum pada akhirnya nanti ikan lele akan mati dalam hitungan jam.

Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah Memperbaiki sistem sanitasi, air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 30 gram / liter air, sebanyak 2–3 kali berturut – turut, penggunaan malachyte green berdosis 0,1 gram / m2 sebanyak 2 hari sekali hingga ikan lele sembuh.

Borok
Merupakan
penyakit yang paling ditakuti oleh para peternak ikan lele dikarenakan dapat menyebabkan kematian massal. Penyebab dari munculnya penyakit ini adalah aeromonas dan pseudomonas dimana mereka meenyerang organ dalam ikan lele, seperti hati, limpa serta daging.

Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah munculnya borok diseluruh permukaan kulit ikan lelel. Borok ini akan mengeluarkan nanah jikan penyakit ini memarah.

Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah mengkarantinakan ikan lele yang sakit dan pemberian antibiotik pada ikan lele yang masih sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Antibiotik ini dapat diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam pakan ikan lele dengan dosis antibiotiknya adalah sebesar 1 mg/kg pakan. Selain itu air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 10 kilogram yang telah dicampur dengan tumbukan daun pepaya.

Cacingan
Jenis
yang dapat menyerang adalah dactylogyrus dan gyrodactylus, dimana mereka sering dijumpai dikolam yang kepadatan tebarnya terlalu tinggi serta baru saja mengalami perubahan lingkungan hidup yang drastis dan mendadak. Mereka sering menyerang bagian insang ikan lele (akan menyebabkan kesulitCAan dalam hal bernafas) serta kulitnya (menjadi berlendir).

Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah menurunnya nafsu makan serta ikan lele sering berenang ke atas permukaan air. Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah mengganti air dalam jumlah yang besar, air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 40 gram / m2, merendam ikan lele yang sakit ke dalam air PK berkonsentrasi 0,01 % selama 30 menit.

Trichodina
Penyakit
ini disebabkan oleh protozoa, dimana mereka menyerang bagian insang dari ikan lele. Ikan yang terserang oleh penyakit ini akan berputar – putar dan muncul diatas permukaan air. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah merendam ikan lele yang sakit ke dalam air berformalin berkonsentrasi 15 – 20 ppm.

Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan.  

Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp. Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam.

Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam. Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan  emberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan. Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik.

Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan  kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan,  pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak  embok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan.

Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik. Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Pertama, Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.

Kedua, Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air. Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.

Ketiga Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit. Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).

Keempat, Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK, bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organic. Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.
   
Kelima, Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan. *[adm]

Referensi : Mino Mitro

Selengkapnya → Budidaya Lele Sangkuriang – Mengenali Penyakit

Jumat, 22 Februari 2013

Web Porno VS Website Masjid

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Di era teknologi dewasa ini, masjid sebagai pusat pergerakan, idealnya memiliki website, entah itu dengan domain yang berbayar, atau yang gratis.

Namun, menurut penelusuran admin di situs google search engine, website masjid nampaknya masih sangat sedikit, bahkan angkanya jauh dibawah situs-situs porno yang ada di alam maya.

www.alhikmahtoyan.blogspot.com sendiri mulai hadir 12 September 2008. ”Berawal dari niat baik, namun dengan coba-coba dan mengandalkan kemampuan nge-blog yang seadanya pada waktu itu, akhirnya blog sederhana itu-pun jadi,” kenang Aan, Admin weblog.

Selama setahun pertama, sampai Akhir Tahun 2009, alhikmahtoyan.blogspot.com hanya menjadi sebuah weblog yang ”mati segan hidup tak mau”. Kurang dikelola dengan baik, masih sering gonta-ganti template dan widget. Berita tentang kegiatan-pun jarang di-update. Akhirnya, dengan modal semangat, klik sana klik sini, mencari informasi dan format terbaik, akhirnya pertengahan Tahun 2010, blog mulai menemukan format yang diinginkan.

”Bukan untuk gaya-gayaan, blog ini bukan untuk komersil dan tanpa iklan. Harapannya semoga bisa menjadi media berbagi, tukar ide, informasi tentang kegiatan yang ada serta dapat menjalin silaturahim ditengah hiruk pikuk dunia, khususnya via alam maya”, lanjut Aan.

Semoga kedepan, semakin banyak web masjid yang hadir dan memberikan informai dan berbagi dunia maya. Saling memotivasi, tingkatkan ukhuwah, jaga istiqomah. Mari Menuju kebaikan dan perbaikan. *[adm]

Referensi : Profil dan Sejarah Masjid

Selengkapnya → Web Porno VS Website Masjid

Selasa, 12 Februari 2013

Sunday Morning Community Jalin Silaturahim Di Curug Silangit

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Guna menjalin silaturahim, Ahad, 10 Februari 2013, sebanyak 97 orang yang tergabung dalam kegiatan yang diadakan Sunday Morning Community Al Hikmah Toyan mengadakan hiking ke Curug Silangit Purworejo.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan kerjasama antara Remaja Islam Masjid dengan Sunday Morning Community, yaitu salah satu Unit Kegiatan Masjid (UKM) yang ada di Masjid Al Hikmah Toyan.

Kegiatan hiking diawali dari serambi Masjid Al Hikmah Toyan, dengan pembagian dan  pemberian nama kelompok serta pemilihan ketua kelompok yang bertanggung jawab atas kelompoknya. Pagi itu disepakati bahwa nama kelompok adalah nama tokoh dalam dunia pewayangan. Rombongan berkekuatan 97 orang tersebut diberangkatkan pada pukul 07.05 WIB dari serambi masjid dengan menggunakan 2 buah truk.

Pukul 08.00 WIB truk pertama yang mengangkut peserta putri akhirnya sampai di Balai Desa Somongari. Akibat kurangnya koordinasi, truk kedua yang seharusnya juga sudah sampai, justru mengalami salah jalur. ”Ini sebagai bagian dari pembelajaran temen-temen panitia, agar kesalahan serupa tidak terjadi di pada kegiatan mendatang”, kata Iman, Salah satu pendiri dan aktivis Sunday Morning Community.

Pukul 09.00 WIB kegiatan pendakian dimulai dari dari Komplek Balai Desa Somongari menuju Curug Silangit. Dengan beberapa pos yang ada selama perjalanan, waktu tempuh dengan jalan kaki diperkirakan memakan waktu 1,5 jam. Beberapa game yang ada dipos bertujuan untuk saling mengakrabkan silaturahim antar peserta.

Rombongan pertama sampai ke Curug Silangit pada pukul 11.00 WIB, terlambat setengah jam dari waktu perkiraan awal. Kegiatan dilanjutkan dengan agenda bebas, bermain air, foto bersama dan pembagian hadiah bagi kelompok terbaik 1, 2 dan 3.

Salah satu peserta, mantan aktivis Taman Pendidikan Al Quran, Hanum Wahyu dalam status facebooknya mengatakan, ”Tak disangka, ternyata luar biasa, wajah ceria, senyum serta tawa, yang selalu tampak dari adik-adik serta rekan-rekan semua, menjadi salah satu pemantik ketika diri ini sudah mulai turun semangatnya. Air kan selalu mengalir, pun begitu dengan hidup kita, dan mau tak mau kita harus menjalani serta mempersiapkannya terimakasih untuk semuanya, yang telah turut serta dalam pendakian ke Curug Silangit part 2 Sunday Morning Community Masjid Al Hikmah Toyan, semoga silaturahmi ini tetap terjaga diantara kita”.

Kegiatan juga tampak lebih lengkap ketika, rekan-rekan baru dari luar Sunday Morning Community tampak ikut bergabung. Dalam tulisan di facebook, Rinda Putri Meilantika, salah satu mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan Bahasa Jawa semester 4 mengatakan, ”Bersumber dari tempat yang sama, mengalir dan terpisah menjadi percikan-percikan yang berjuta, percikan itu membentur bebatuan terjal di tebing coklat kehijauan itu, dan entah seperti apa usaha percikan itu untuk memilih jalur untuk mengalir atau terlempar, semua itu tak akan memutar balik arah, percikan itu akan menyatu di tempat yang sama, kembali pada asal, wujud mulanya. Belajar dari air terjun, seperti itulah hidup kita... Terimakasih sahabat-sahabat di ahito, semoga senantiasa terjalin silaturahmi...”.

Kegiatan di Curug diakhiri pada pukul 13.00 WIB, untuk selanjutnya kembali ke bawah menuju Balai Desa Somongari. Setelah shalat dhuhur, rombongan diberangkatkan menuju Serambi Masjid Al Hikmah Toyan.

Semoga dengan kegiatan sederhana tersebut, silaturahim antar peserta Sunday Morning Community Al Hikmah Toyan ke Curug Silangit tetep terjaga dan menjadi bagian dari penciptaan ukhuwah. Aamiin. *[adm]

Referensi : Atasi Kejenuhan, Rismas ke Kalibiru | Persiapan Curug Part 2

Selengkapnya → Sunday Morning Community Jalin Silaturahim Di Curug Silangit

Pembelajaran Komputer, Salah Satu Program Unggulan TPA Al Hikmah

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Setelah beberapa saat, pembelajaran komputer terhenti, akhirnya Sabtu, 9 Februari 2013, pembelajaran komputer yang menjadi salah satu unggulan pembelajaran aktif kembali.

Taman Pendidikan Al Quran, sebagai salah satu media bagi anak-anak dalam rangka pembelajaran dan penanaman nilai substantif keislaman sejak dini, idealnya menjadi media yang benar-benar efektif guna menciptakan tujuan dimaksud.

Tak terkecuali Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Al Hikmah Toyan, sebagai salah satu TPA yang terdaftar dan menjadi binaan dari Badan Koordinasi (BADKO) Rayon Kecamatan Wates, mencoba mengoptimalkan media TPA untuk mencapai tujuan tersebut.

Guna mencapai tujuan sebagaimana dimaksud, beberapa Program shalat sebagai salah satu materi pokok (baik bacaan maupun praktek), selain materi baca tulis Al Qur’an dan materi penunjang yang diantaranya meliputi komputer dan pembelajaran tematik.

Direktur Taman Pendidikan Al Quran Al Hikmah Toyan, Sri Agung Pangarso, mengatakan bahwa, salah satu target pencapaian bagi santri yang harus terpenuhi adalah bahwa, maksimal kelas 6 Sekolah Dasar (SD) santri harus sudah bisa membaca Al Quran. ”Maksimal kelas 6 SD, santri harus bisa membaca Al Quran, sehingga bisa mengikuti wisuda santri yang setiap tahun digelar oleh Badko Rayon”, kata Sri Agung.

Hal ini bukan tanpa alasan, dengan semakin tingginya pendidikan anak, maka kegiatan pun akan semakin banyak, pengaruh lingkungan dan teman juga semakin besar. Sehingga mutlak membaca Al Qur’an dan dasar-dasar keislaman harus sudah dimiliki santri TPA Al Hikmah Toyan di usia itu.

Lebih lanjut Sri Agung menjelaskan bahwa, selain baca tulis Al Quran. Taman Pendidikan Al Quran mempunyai salah satu program unggulan, yaitu program pembelajaran komputer. Pembelajaran ini sendiri sudah berjalan kurang lebih sekitar 6 tahun. Beberapa saat ini lalu karena kendala teknis, pembelajaran komputer sempat terhenti, namun mulai Sabtu, 9 Februari 2013 pembelajaran komputer kembali dilaksanakan.

”Sebanyak 4 buah komputer sudah diservice dan siap pakai”, kata Aan, sapaan akrab Sri Agung. Monitor LCD baru sebanyak 4 buah juga siap menggantikan monitor tabung yang sudah lama, lanjutnya.

Dengan adanya pembelajaran komputer, selain program utama yaitu baca tulis Al Quran, diharapkan santri lebih mempunyai nilai plus diantara TPA-TPA yang lain. Program ini diharapkan akan dapat meningkatkan kompetensi teknis selain kompetensi wajib yang ada di TPA Al Hikmah. Aamiin. *[adm]

Referensi : Wisuda Santri | Santri TPA

Selengkapnya → Pembelajaran Komputer, Salah Satu Program Unggulan TPA Al Hikmah

Senin, 04 Februari 2013

Sunday Morning Community Adakan Hiking Ke Curug Silangit

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Guna menghadapi kegiatan hiking ke Curug Silangit, Kabupaten Purworejo, Ahad, 3 Februari 2013, bakda pelaksanaan Shalat Isya, dilaksanakan rapat terkait teknis pelaksanaan kegiatan. Kegiatan tersebut sedianya akan dilaksanakan pada Hari Ahad, 10 Februari 2013 mendatang.

Rapat dihadiri kurang lebih, 25 orang yang terdiri dari Remaja Islam Masjid (Rismas) Al Hikmah Toyan dan beberapa perwakilan dari Masjid sekitar, diantaranya dari Dayon, Sumberan, Seworan, dan Ngestiharjo. Adapun agenda pelaksanaan rapat diantaranya adalah pemantapan pelaksanaan kegiatan dan koordinasi teknis terkait hari H.

Berdasarkan rekapitulasi peserta yang sudah mendaftar adalah sejumlah 58 orang. ”Peserta yang sudah mendaftar sampai dengan malam hari ini adalah sejumlah 58 orang”, kata Andi, Ketua Remaja Islam Masjid Al Hikmah Toyan.

Untuk memberi kesempatan peserta yang masih mau mendaftar, batas waktu pendaftaran peserta diperpanjang sampai dengan hari Jumat, 8 Januari 2013. Diharapkan selama beberapa hari ke depan, masih ada peserta yang mendaftar. ”Supaya lebih banyak peserta yang ikut, pendaftaran peserta diperpanjang sampai Jumat”, kata Sri Agung, salah satu panitia kegiatan.

Lebih lanjut, Iman, salah satu aktivis masjid era 1990an yang kini aktif menjadi pembina Remaja Islam Masjid Al Hikmah Toyan mengatakan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan kerjasama antara Remaja Islam Masjid dengan Sunday Morning Community, yaitu salah satu Unit Kegiatan Masjid (UKM) yang ada di Masjid Al Hikmah Toyan.

Guna memantapkan kegiatan, Sunday Morning Community dan Rismas, sedianya pada Sabtu, 9 Februari 2013 akan dilaksanakan breafing terakhir sebelum pelaksanaan kegiatan hiking yang akan dilaksanakan di Curug Silangit, Purworejo. Semoga Sukses. *[adm]

Referensi : Atasi Kejenuhan, Rismas ke Kalibiru

Selengkapnya → Sunday Morning Community Adakan Hiking Ke Curug Silangit